Alzheimer merupakan penyakit yang menyerang saraf otak. Fungsi saraf otak akan menurun secara progresif karena sel-sel di otak rusak akibat penyakit ini. Akibatnya daya ingat si penderita akan menurun dengan tajam dan menjadi pikun hingga pasien seringkali tidak dapat mengurus diri sendiri.
Ciri khas penyakit ini antara lain melemahnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir dan menimbang suatu hal, serta perubahan kepribadian dan tingkah laku si penderita.
Penyakit ini juga menjadi penyebab utama terjadinya kepikunan atau demensia.
Pikun yang disebabkan oleh Alzheimer bukanlah pikun karena proses penuaan. Melainkan pikun karena masalah kesehatan dan perlu diberi perhatian khusus.
Penyebab Alzheimer
Hingga kini penyebab pasti dari Alzheimer masih belum diketahui. Para ahli medis berpendapat jika penyakit ini berkaitan dengan faktor genetik, pola hidup, dan keadaan lingkungan sekitar.
Meski penyebabnya belum ditemukan, tapi akibat yang disebabkan Alzheimer sangat jelas berdampak pada sel-sel otak. Sel otak bisa menggumpal ataupun berubah menjadi serat hingga akhirnya sel-sel tersebut mati.
Faktor Risiko Alzheimer
- Usia. Alzheimer biasanya menyerang orang berusia diatas 65 tahun. Makin tua usia, makin besar risiko terkena Alzheimer. Meski demikian, saat ini banyak kasus Alzheimer yang ditemukan pada orang berusia 40 tahun.
- Keturunan. Jika salah satu anggota keluarga inti (ayah, ibu, atau saudara kandung) ada yang terkena Alzheimer, maka risiko Anda terkena penyakit ini lebih besar ketimbang orang lain yang tidak memiliki keluarga dekat yang terkena alzheimer.
- Jenis kelamin. Kaum wanita lebih rentan terkena penyakit ini ketimbang kaum pria.
- Pola hidup yang tidak sehat. Pola hidup yang tidak benar bisa menjurus pada berbagai penyakit, termasuk Alzheimer.
- Tingkat pendidikan. Penelitian menunjukkan jika tingkat pendidikan berpengaruh terhadap risiko terkena penyakit Alzheimer. Semakin tinggi pendidikan seseorang, makin kecil risikonya terkena Alzheimer. Para peneliti menduga hal ini berkaitan dengan penggunaan otak untuk berpikir pada orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi.
Penanganan Alzheimer
Tidak ada terapi ataupun obat untuk menyembuhkan Alzheimer. Penanganan yang diberikan bertujuan untuk mencegah atau menghambat penurunan fungsi sel-sel otak. Maksudnya agar kualitas hidup si penderita lebih baik dan tidak selalu mengandalkan orang lain untuk menjalani aktifitas sehari-hari. Adapun obat yang diberikan hanyalah untuk mengurangi gejala akibat Alzheimer seperti pusing, linglung, ataupun depresi.
Pencegahan Alzheimer
Adapun tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah atau menunda serangan Alzheimer adalah :
- Konsumsi makanan sehat dan seimbang. Jangan hanya mengkonsumsi daging merah, makan juga sayuran dan buah-buahan. Selain itu konsumsi juga berbagai jenis makanan yang terbuat dari bahan gandum dan kacang-kacangan. Semua jenis makanan ini sangat baik untuk perkembangan sel otak.
- Latihlah fisik dan pikiran. Tidak hanya jasmani saja yang memerlukan latihan. Otak juga perlu dilatih dan digunakan agar tidak berkarat. Penelitian menunjukkan otak yang sering dipakai berpikir lebih sehat ketimbang otak yang jarang dipakai untuk berpikir.








Post a Comment